Tersesat

12:54 AM 0 Comments


Setiap hari, saya selalu berkata kepada diri saya sendiri agar tetap sadar. Supaya tidak tersesat. Tersesat dalam belenggu, tugas, dan hal yang seakan-akan penting, padahal tidak. Seburuk-buruknya manusia adalah manusia yang tersesat. Terjebak dalam dogma yang mengikat, sampai akhirnya hilanglah identitasnya sebagai manusia.

Pernah saya tersesat, dalam tugas-tugas yang tidak penting. Rasanya hidup sangat berat sekali. Lupa akan tujuan. Ah, bukan lupa, malah tidak pernah tahu akan tujuan yang sebetulnya penting. Terbebani jiwa dan raga.

Cara agar tidak tersesat adalah dengan mengetahui tujuan besar kehidupan. Dengan tetap sadar, sehingga dapat kebal terhadap perubahan dan dogma. Tahu mana yang penting dan tidak penting. Mengerti esensi dari setiap hal yang dikerjakan, ketika itulah kita sadar dan maju ke jalan yang tepat.

Lalu, apakah kau sedang tersesat sekarang? Coba tanyakan beberapa pertanyaan ini terhadap diri kamu sendiri:

1. Apakah sekarang saya sedang sadar? Atau sedang berkutat dengan kesibukan yang sepertinya tak ada hentinya?
Sebetulnya hal yang saya lakukan minggu lalu, kemarin, dan hari ini, apakah penting? Mengarah kepada apa sih semua hal yang saya lakukan ini? Apakah karena suruhan atau permintaan orang? Apakah karena semua orang melakukannya seperti itu?–sehingga saya ikut ikutan? Sadarkah saya? Di manakah saya sekarang ini?

2. Apa tujuan saya hidup?
Lalu sebetulnya apa tujuan saya hidup di dunia ini? Haruskah saya meneruskan apa yang sedang saya lakukan sekarang?

3. Jika esok hari saya mati, apakah saya sudah siap? Apakah saya berada dalam kehidupan yang saya inginkan sekarang?
Sudah siapkah saya? Apakah saya sedang berada di jalan yang tepat?

Sedang tersesatkah saya?

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

Show Comments: OR

0 comments: